Pendidikan Anak Usia Dini sebagai salah satu program bidang garap Pendidikan Luar Sekolah (PLS) yang saat ini sedang hangat dibicarakan. Diantaranya ada Kelompok Bermain, Taman penitipan anak, juga Satuan PAUD Sejenis (SPS) yang terintegrasi dengan program posyandu di suatu desa/ dusun/ daerah. Kelompok Bermain dan Taman Penitipan Anak merupakan salah satu lembaga pendidikan nonformal yang ditujukan kepada anak usia dini/ pra sekolah yang bertujuan untuk mempersiapkan anak menuju pendidikan selanjutnya. KB-TPA Salman Al Farisi adalah lembaga pra sekolah berbasis religius yang mempunyai visi dan misi sebagai berikut:

Visi : Terwujud generasi Rabbani yang berfungsi sebagai khalifah dimuka bumi dan menjadi rahmat seluruh alam.

Misi : 1. Menyelenggarakan pendidikan yang sistematis, terarah, dan professional   dalam mengembangkan fitroh manusia menjadi pribadi islam.

2. Menjalin kerjasama dengan lembaga lain baik formal/ nonformal dalam rangka pengembangan SDM yang berkualitas.

Berdasarkan visi misi tersebut diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa tujuan yang diharapkan dengan adanya penyelenggaraan program KB-TPA Salman Al Farisi yaitu untuk menanamkan pendidikan agama sejak usia dini sehingga akan terbentuk generasi anak yang cerdas dan bertaqwa. Diharapkan anak memiliki pemahaman agama, kepribadian yang religius, memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan IPTEK, serta sikap mandiri sebagai bekal hidup bersama ditengah keluarga dan masyarakat.

Melalui pendidikan yang diselenggarakan oleh KB-TPA Salman Al farisi tampak adanya hasil output yang telah sesuai dengan harapan/ tujuan yang ingin dicapai. Anak didik dapat  lebih mandiri dan dapat membiasakan diri  dengan perilaku-perilaku yang islami. Sesuai dengan harapan bahwa anak dapat menerapkan perilaku dan sikap-sikap yang bernuansa islami dimanapun berada, termasuk juga dirumah. Seperti melakukan sholat berjamaah, berdo’a sebelum melakukan aktivitas-aktivitas, berbicara sopan kepada gurunya, makan dengan tangan kanan, dan lain sebagainya. Hal ini berdasarkan pengamatan pendidik di sekolah dan ketika si anak ada dirumah. Pendidik mengambil langkah dengan cara bersilaturahmi kerumah anak-anak didik, sehingga  guru bisa melihat langsung bagaimana kondisi perilaku anak dirumah. Selain juga dari orangtua/ wali murid sendiri yang memberikan informasi kepada pihak sekolah.

Namun tentunya belum semua anak didik mampu menerapkan perilaku-perilaku/ sikap-sikap mandiri, berakhlaq mulia yang sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Hal ini dikarenakan kurangnya kontrol dan pengawasan dari orangtua  ketika  dirumah.

  • Penawaran Solusi

Perilaku kurang baik pada anak bisa didapat dari pengaruh negatif pihak ketiga baik selama anak berada disekolah maupun ketika anak berada dirumah. Oleh karenanya, hal ini menjadi tanggungjawab bersama antara guru dengan orangtua. Untuk memberikan pengawasan dan pendidikan baik selama anak disekolah/ dirumah orangtua dan guru perlu saling bekerjasama dengan cara membangun komunikasi yang baik. Komunikasi ini dapat dilakukan dengan  memanfaatkan buku penghubung antara guru-orangtua, pertemuan rutin antara guru-orangtua atau sarana komunikasi lain yang  tersedia.

Ketika anak berada dirumah, aktivitasnya juga perlu mendapatkan perhatian dari orangtua/ keluarga. Oleh karenanya pengawasan orangtua adalah sangat penting. Orangtua dapat mengarahkan putra/ putrinya dalam memanfaatkan waktu dirumah  untuk beraktivitas yang bermanfaat. Misalnya belajar mengurus dirinya sendiri (agar anak mandiri), dan lain sebagainya. Selain itu orangtua juga perlu memberikan keteladanan kepada anaknya. Sehingga ada rasa kebersamaan antara anak dengan orangtua. Tidak terkesan bahwa orangtua hanya bisa menyuruh/ memerintah/ memberikan aturan-aturan dan sanksi semata, akan tetapi orangtua juga terlibat melakukan aktivitas-aktivitas sesuai  dengan yang diperintahkan kepada anak. Pengaruh negatif sebagai pihak ketiga ketika anak berada dirumah, salah satunya adalah acara televisi. Oleh karenanya orangtua perlu waspada terhadap pengaruh acara televisi bagi anak-anaknya. Orangtua perlu bersikap tegas dan dapat mengendalikan anak dalam melihat acara-acara televisi.

  • Kontribusi Penyelenggaraan Program KB-TPA Salman Al Farisi Bagi Perubahan Masyarakat

Sebagaimana telah diuraikan diatas mengenai visi dan misi lembaga, yang mana tujuannya adalah untuk membentuk generasi anak yang cerdas dan berakhlaq mulia. Berawal dari anak yang nantinya akan menjadi dewasa dan dapat menjadi Sumber Daya Manusia yang bermental cerdas dan berakhlaq mulia. Sehingga dengan adanya pendidikan usia dini di KB-TPA, sebagai modal awal untuk mencetak SDM yang cerdas, berkualitas, dan berbudi pekerti luhur. Diharakan nantinya, dalam waktu yang tidak singkat akan dapat menerapkan ilmu/ memberikan sumbangan bagi kepentingan bersama masyarakat. Terbangunlah kondisi masyarakat yang lebih baik.

  • Pendekatan Pendidikan Yang Dilakukan
  1. Pendekatan Social Demand

Pada dasarnya penyelenggaraan pendidikan pra sekolah yang ditujukan kepada anak usia  dini adalah untuk memberikan pelayanan pendidikan sejak anak masih dalam usia dini. Sebab pada  usia ini merupakan masa golden age/ usia keemasan, dimana seluruh aspek perkembangan anak akan dapat berkembang baik dan optimal apabila diberikan stimulus secara benar. Masyarakat terutama para orangtua menyadari hal tersebut, sehingga tergerak untuk memasukkan anaknya ke lembaga Kelompok Bermain/ TPA dengan harapan anak akan memperoleh pelayanan pendidikan yang baik. Apalagi, kesibukan orangtua yang cukup padat kadangkala kurang bisa optimal dalam memberikan pengawasan dan pendidikan bagi anak. Oleh karenanya orangtua mengambil alternatif untuk memasukkan anaknya ke KB/ TPA, agar anak lebih terkontrol dan perkembangan kecerdasan anak dapat optimal.

Dapat dikatakan bahwa pendekatan pendidikan yang dilakukan menggunakan pendekatan Social Demand, yaitu untuk memenuhi keinginan masyarakat, dalam hal ini terutama adalah orangtua yang menginginkan anaknya tumbuh menjadi anak yang sehat, cerdas, ceria dan berbudi pekerti luhur.

  1. Pendekatan Man Power Requirement

Dengan adanya pendidikan anak usia dini, seluruh aspek perkembangan anak akan dapat berkembang secara optimal dengan diberikan stimulus-stimulus yang benar. Dalam suatu lembaga KB-TPA ada berbagai macam cara-cara yang berbeda yang diterapkan guna merangsang perkembangan anak. Seperti di KB-TPA Salman Al-Farisi, pembelajaran yang dilakukan terbagi dalam tiap-tiap sentra dimana tiap sentra memiliki tujuan tersendiri dalam mengembangkan setiap aspek perkembangan anak. Secara keseluruhan, tujuan penyelenggaraan KB-TPA seperti yang telah diuraikan diatas  adalah untuk mencetak generasi yang cerdas, berkualitas, dan berakhlaq mulia. Diharapkan nantinya akan menjadi SDM terdidik dan terlatih yang dapat memberikan sumbangan terbaik bagi masyarakat.  Dan dapat memenuhi kebutuhan tenaga kerja di masyarakat.

Oleh: Dyah Pancawati, S. Pd

Literatur :

Modul Mata Kuliah Perencanaan Program PLS oleh Sumarno, M. Pd & Entoh, T. (2006)